Pajak & legalitas 4 menit baca
Kesalahan Pembukuan Paling Umum yang Bikin Pajak Membengkak
Biaya yang tidak diklaim, dan catatan yang bikin Anda bayar lebih dari seharusnya.
Kalau pajak usaha Anda terasa terlalu besar, penyebabnya jarang soal tarif. Biasanya masalahnya ada di catatan: uang yang salah dicatat, biaya yang tidak ada buktinya, atau dokumen pajak yang hilang di laci.
Kesalahan-kesalahan ini kecil kalau dilihat satu per satu. Dalam setahun, jumlahnya bisa cukup besar.
Semua uang masuk dianggap penjualan
Ini kesalahan yang paling sering kami lihat. Setiap uang yang masuk ke rekening usaha langsung dicatat sebagai omzet. Padahal tidak semua uang masuk adalah hasil jualan.
Contohnya:
- Anda menambah modal dari tabungan pribadi.
- Anda mendapat pinjaman dari bank atau keluarga.
- Pemasok mengembalikan uang karena barang rusak.
- Anda memindahkan uang dari rekening usaha yang lain.
Kalau usaha Anda membayar PPh final 0,5% dari omzet, kesalahan ini langsung terasa. Misalnya sebuah toko bahan kue menerima pinjaman Rp 50.000.000 dan mencatatnya sebagai penjualan. Pajaknya ikut naik Rp 250.000 untuk uang yang sebenarnya utang, dan suatu hari harus dikembalikan.
Kalau usaha Anda membayar pajak dari laba, efeknya sama. Pendapatan terlihat lebih besar, laba ikut naik, pajaknya juga.
Biaya yang tidak ada buktinya atau tercampur
Untuk usaha yang membayar pajak dari laba, setiap biaya usaha yang sah mengurangi laba kena pajak. Tapi biaya hanya bisa dipakai kalau ada buktinya.
Bensin yang notanya sudah dibuang atau upah tukang yang ditransfer tanpa kuitansi tetap biaya usaha yang nyata. Tapi tanpa bukti, biaya seperti ini biasanya tidak ikut dicatat. Laba di atas kertas jadi lebih tinggi dari laba sebenarnya, dan Anda membayar pajak atas uang yang sudah keluar.
Foto setiap nota di hari yang sama dan simpan di satu folder per bulan. Kalau membayar lewat transfer, tulis keterangan yang jelas di kolom berita.
Masalahnya makin besar kalau satu rekening dipakai untuk semua keperluan. Belanja bahan baku tertimbun di antara cicilan motor dan belanja dapur, dan saat pencatatan, transaksi yang tidak jelas biasanya dilewati.
Ada juga risiko sebaliknya. Pengeluaran pribadi ikut dicatat sebagai biaya usaha. Pajak memang terlihat turun, tapi ini bukan penghematan. Kalau usaha Anda diperiksa, biaya seperti itu akan dikoreksi, dan Anda bisa kena tambahan pajak beserta sanksinya. Rekening terpisah untuk usaha menyelesaikan sebagian besar masalah ini. Kalau Anda mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi, catat sebagai pengambilan pribadi, bukan biaya.
Bukti potong dan faktur pajak yang tidak diminta
Ada dua dokumen yang sering hilang, padahal keduanya bernilai uang.
Yang pertama bukti potong. Kalau klien Anda perusahaan, mereka kadang memotong pajak dari pembayaran ke Anda, lalu menyetorkannya atas nama Anda. Potongan itu bisa diperhitungkan sebagai pajak yang sudah Anda bayar. Syaratnya, Anda punya bukti potongnya. Tanpa dokumen itu, Anda bisa membayar pajak yang sama dua kali.
Yang kedua faktur pajak dari pemasok, kalau usaha Anda sudah PKP. PPN yang Anda bayar saat membeli barang bisa dikurangkan dari PPN yang Anda setor. Kalau fakturnya tidak diminta, atau datanya salah, PPN itu tidak bisa dikreditkan dan jadi tambahan biaya.
Tagih kedua dokumen ini setiap bulan. Jangan menunggu akhir tahun, karena makin lama makin sulit mendapatkannya.
Pembelian aset dicatat sembarangan
Mesin kopi, etalase, laptop, atau motor untuk antar barang adalah aset. Aset dipakai bertahun-tahun, jadi biayanya dibagi ke beberapa tahun lewat penyusutan.
Masalah muncul kalau pembelian ini tidak dicatat sama sekali, misalnya karena dibayar dengan kartu kredit pribadi. Penyusutannya tidak pernah masuk ke biaya, dan laba kena pajak jadi lebih tinggi dari seharusnya selama beberapa tahun.
Kalau Anda membeli barang yang akan dipakai lebih dari setahun, simpan fakturnya dan beri tahu orang yang mengurus pembukuan Anda. Cara menyusutkannya punya aturan sendiri dan sebaiknya diserahkan ke orang yang paham.
Hampir semua kesalahan di atas muncul karena pencatatan ditunda. Di bulan Maret, sulit mengingat transfer bulan Juli tahun lalu itu untuk apa. Nota sudah pudar, dan klien sudah lupa pernah memotong pajak dari pembayaran Anda.