Lompat ke konten utama
Kanafin Chat via WhatsApp
Semua artikel

Dasar pembukuan 3 menit baca

Kenapa Untung di Kertas Tapi Uang di Rekening Nggak Ada

Selisih antara laba dan kas, dijelaskan tanpa istilah akuntansi.

Laporan Anda bilang bulan ini untung Rp 30.000.000, tapi saldo rekening malah turun. Belum tentu ada yang salah hitung. Laba dan saldo rekening mengukur dua hal yang berbeda, dan selisih di antara keduanya hampir selalu punya penyebab yang bisa ditunjuk satu per satu.

Laba dan saldo mengukur hal yang berbeda

Laba menghitung penjualan yang sudah terjadi bulan ini, dikurangi biaya yang memang milik bulan ini. Saldo rekening hanya berubah saat uang benar-benar masuk atau keluar. Barang yang terjual hari ini bisa baru dibayar bulan depan. Stok yang dibeli hari ini bisa baru terjual tiga bulan lagi. Selama waktunya berbeda, angkanya juga berbeda.

Ambil contoh penjual baju di marketplace. Di bulan Juli penjualannya Rp 120.000.000. Harga beli baju yang terjual Rp 70.000.000, dan biaya lain seperti gaji, sewa gudang, dan iklan totalnya Rp 20.000.000. Labanya Rp 30.000.000. Tapi di akhir Juli saldo rekeningnya turun Rp 28.000.000 dibanding awal bulan.

Ke mana larinya uang itu

Kalau dirunut, uangnya pergi ke empat tempat.

KeteranganPengaruh ke saldo
Laba bulan Juli+ Rp 30.000.000
Dana penjualan yang belum cair dari marketplace- Rp 18.000.000
Belanja stok untuk dijual bulan depan- Rp 25.000.000
Cicilan pokok pinjaman- Rp 5.000.000
Uang yang diambil pemilik- Rp 10.000.000
Perubahan saldo rekening- Rp 28.000.000

Dana marketplace sudah dihitung sebagai penjualan karena barangnya sudah sampai ke pembeli, tapi uangnya baru cair beberapa hari kemudian. Kalau penjualan naik di akhir bulan, dana yang tertahan juga naik. Hal yang sama terjadi kalau Anda menjual ke toko lain dengan tempo 30 hari.

Belanja stok mengurangi saldo hari itu juga. Tapi stok baru dihitung sebagai biaya ketika barangnya terjual. Kalau Anda belanja besar untuk persiapan musim ramai, laba bulan ini tidak berubah, sementara saldo langsung turun.

Cicilan pinjaman terbagi dua. Bunganya masuk hitungan biaya, sedangkan pokoknya tidak, karena Anda sedang mengembalikan uang yang dulu Anda terima. Bagian pokok ini tetap mengurangi saldo.

Uang yang diambil pemilik untuk kebutuhan rumah juga bukan biaya usaha, jadi tidak mengurangi laba. Saldonya tetap berkurang.

Pembelian barang besar seperti mesin jahit atau motor pengiriman bekerja dengan cara yang mirip. Uangnya keluar sekaligus, tapi biayanya dibagi ke beberapa tahun sesuai umur pakainya.

Kebalikannya juga sering terjadi

Saldo bisa naik di bulan yang sebenarnya rugi. Misalnya pelanggan membayar uang muka untuk pesanan yang baru dikirim bulan depan. Atau pinjaman bank baru cair. Atau tagihan supplier sengaja ditunda. Semua ini menambah saldo tanpa menambah laba.

Menurut kami, keadaan ini lebih berbahaya daripada yang pertama, karena saldo yang tebal membuat Anda merasa usahanya sehat. Uang muka pelanggan nanti harus dibayar dengan barang. Tagihan supplier tetap harus dilunasi. Kalau saldo itu terlanjur dipakai, bulan depan Anda kesulitan.

Kebiasaan yang membantu

  • Lihat laba dan saldo rekening berdampingan setiap bulan. Kalau selisihnya besar dan Anda tidak bisa menjelaskan sebabnya, berarti ada yang perlu diperiksa.
  • Catat berapa uang yang masih tertahan di marketplace atau di pelanggan, lengkap dengan perkiraan tanggal cairnya.
  • Sebelum belanja stok dalam jumlah besar, pastikan sisa saldo cukup untuk gaji dan sewa sampai stok itu laku.
  • Ambil uang pribadi dalam jumlah tetap, supaya pengeluaran ini tidak mengejutkan.

Tabel seperti di atas, yang menjelaskan selisih antara laba dan saldo, disebut laporan arus kas, dan menyusunnya dengan benar butuh pembukuan yang lengkap setiap bulan. Tanpa laporan itu pun, pegang satu hal: setiap rupiah selisih punya alamat. Kalau ada yang alamatnya tidak ketemu, kemungkinan ada transaksi yang terlewat atau salah catat.

Anda urus usahanya, kami urus pembukuannya

Mulai dari Rp 2 juta per bulan, kontrak bulanan.

Chat via WhatsApp