Lompat ke konten utama
Kanafin Chat via WhatsApp
Semua artikel

Dasar pembukuan 4 menit baca

Kas vs Akrual: Metode Mana yang Cocok untuk Usaha Anda

Beda metode kas dan akrual dalam mencatat pendapatan dan biaya, dan tanda-tanda usaha Anda sudah perlu memakai akrual.

Metode kas dan metode akrual berbeda di satu hal saja, yaitu kapan sebuah transaksi dicatat. Metode kas mencatat saat uangnya bergerak. Metode akrual mencatat saat kejadiannya, yaitu saat barang diserahkan, jasa dikerjakan, atau biaya dipakai, kapan pun uangnya dibayar. Soal waktu ini saja sudah cukup untuk membuat laba bulanan Anda terlihat jauh lain.

Contoh dari usaha katering kantor

Sebuah usaha katering menandatangani kontrak makan siang untuk satu kantor selama Oktober sampai Desember. Nilainya Rp 30.000.000, dan kantor itu membayar penuh di awal Oktober. Di bulan yang sama, katering membayar sewa dapur untuk setahun sebesar Rp 36.000.000.

Dengan metode kas, Oktober mencatat pendapatan Rp 30.000.000 dan biaya sewa Rp 36.000.000. Oktober terlihat rugi. November dan Desember tidak punya pendapatan dari kontrak itu, padahal katering bekerja keras setiap hari, dan tidak ada biaya sewa sama sekali.

Dengan metode akrual, pendapatan kontrak dibagi sesuai bulan pekerjaannya, yaitu Rp 10.000.000 di Oktober, November, dan Desember. Sewa dibagi ke dua belas bulan yang ditanggungnya, Rp 3.000.000 per bulan. Setiap bulan menanggung pendapatan dan biayanya sendiri.

OktoberNovemberDesember
Pendapatan kontrak, metode kasRp 30.000.000Rp 0Rp 0
Pendapatan kontrak, metode akrualRp 10.000.000Rp 10.000.000Rp 10.000.000
Biaya sewa, metode kasRp 36.000.000Rp 0Rp 0
Biaya sewa, metode akrualRp 3.000.000Rp 3.000.000Rp 3.000.000

Kedua metode sama-sama jujur soal uang. Bedanya, hanya akrual yang bisa menjawab pertanyaan “bulan ini sebenarnya untung berapa”.

Kapan metode kas masih cukup

Metode kas mudah dipahami karena catatannya hampir sama dengan mutasi rekening. Untuk usaha yang sangat kecil, cara ini sering sudah memadai, asalkan kondisinya seperti ini:

  • Hampir semua pelanggan membayar tunai atau langsung transfer saat membeli.
  • Anda membayar supplier saat barang datang, tanpa tempo.
  • Stok barang sedikit dan cepat habis.
  • Tidak ada kontrak yang dibayar di muka atau dicicil.

Warung makan kecil yang belanja bahan setiap pagi dan menerima pembayaran langsung dari pembeli adalah contohnya. Selisih antara metode kas dan akrual di usaha seperti ini kecil.

Tanda usaha Anda sudah perlu akrual

Begitu salah satu kondisi di atas tidak berlaku lagi, laporan dengan metode kas mulai menyesatkan.

Penjual baju di marketplace, misalnya, menerima dana beberapa hari setelah pesanan selesai. Kalau dicatat dengan metode kas, penjualan akhir bulan masuk ke bulan berikutnya. Usaha yang menjual ke toko lain dengan tempo 30 hari mengalami hal yang sama, dengan jarak yang lebih panjang.

Stok juga masalah besar. Dengan metode kas, belanja stok untuk tiga bulan ke depan langsung menjadi biaya bulan ini. Bulan itu terlihat rugi, lalu dua bulan berikutnya terlihat sangat untung karena barangnya terjual tanpa biaya. Anda tidak bisa menilai margin dengan angka seperti ini.

Hal yang sama berlaku untuk uang muka pelanggan, kontrak proyek yang dibayar per termin, dan pembelian peralatan besar. Semuanya membuat laporan metode kas naik turun tanpa ada hubungannya dengan kinerja usaha.

Pertimbangan di luar kebutuhan internal

Laporan keuangan yang disusun mengikuti standar akuntansi di Indonesia, termasuk standar untuk usaha kecil dan menengah, memakai dasar akrual. Bank dan calon investor biasanya mengharapkan laporan seperti itu. Kalau usaha Anda berencana mengajukan pinjaman, metode kas akan menyulitkan.

Untuk pajak, aturannya memberi ruang bagi beberapa cara pencatatan dengan syarat tertentu, dan cara yang dipilih harus dipakai secara konsisten dari tahun ke tahun. Kalau Anda ragu mana yang berlaku untuk usaha Anda, tanyakan ke konsultan pajak sebelum memutuskan.

Dalam praktik, banyak usaha kecil tetap mencatat transaksi harian berdasarkan uang masuk dan keluar, lalu menyesuaikannya menjadi akrual di akhir bulan. Penyesuaiannya rinci dan harus dikerjakan tiap bulan. Coba lihat laporan yang Anda pegang sekarang. Kalau laporan itu tidak bisa menjawab berapa sebenarnya laba Anda bulan lalu, berarti sudah waktunya beralih.

Anda urus usahanya, kami urus pembukuannya

Mulai dari Rp 2 juta per bulan, kontrak bulanan.

Chat via WhatsApp