Lompat ke konten utama
Kanafin Chat via WhatsApp
Semua artikel

Operasional 3 menit baca

Laporan Keuangan yang Biasa Diminta Bank Saat Ajukan Pinjaman

Dokumen keuangan yang umumnya diminta bank untuk pinjaman usaha, dan apa yang bank cari di dalamnya.

Waktu Anda mengajukan pinjaman usaha, bank mencari bukti bahwa usaha Anda sanggup membayar cicilan, dan bukti itu harus berupa angka. Daftar dokumennya berbeda di tiap bank dan tergantung besar pinjaman. Yang di bawah ini hampir selalu ada di daftar.

Rekening koran beberapa bulan terakhir

Rekening koran hampir selalu diperiksa, karena isinya berasal dari bank, bukan dari catatan Anda sendiri. Bank biasanya meminta mutasi rekening usaha untuk beberapa bulan ke belakang, dan untuk pinjaman yang lebih besar bisa sampai satu tahun atau lebih.

Dari situ bank membaca pola uang masuk dan keluar: penjualan masuk rutin atau tidak, saldo rata-ratanya cukup untuk cicilan atau tidak, dan ada cicilan lain yang sedang jalan atau tidak.

Usaha yang mencampur rekening pribadi dan usaha sering kesulitan. Kalau penjualan masuk ke rekening pribadi pemilik dan bercampur dengan transfer keluarga serta belanja bulanan, bank sulit membaca berapa pendapatan usaha yang sebenarnya. Plafon yang disetujui bisa lebih kecil dari yang sebenarnya layak Anda dapat.

Laporan laba rugi

Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba dalam satu periode. Bank biasanya meminta laporan untuk satu sampai dua tahun terakhir, ditambah laporan tahun berjalan.

Yang dicari bank dari laporan ini:

  • Apakah usaha untung secara konsisten, bukan hanya di satu bulan yang bagus.
  • Apakah pendapatan stabil atau naik dari tahun ke tahun.
  • Apakah labanya cukup untuk menutup cicilan pinjaman yang diajukan, dengan sisa ruang kalau ada bulan yang sepi.

Bank juga akan membandingkan laba rugi dengan rekening koran. Kalau laporan Anda menunjukkan penjualan Rp 100.000.000 per bulan, tapi uang masuk di rekening hanya sekitar Rp 40.000.000, Anda harus bisa menjelaskan ke mana selisihnya. Penjualan kecil yang angkanya cocok lebih mudah diterima bank daripada penjualan besar yang tidak bisa dijelaskan.

Neraca

Neraca menunjukkan apa yang dimiliki usaha (kas, piutang, stok, peralatan) dan apa yang menjadi kewajibannya (utang ke supplier, pinjaman lain, utang pajak) pada satu tanggal tertentu. Selisih keduanya adalah modal pemilik.

Bank membaca neraca untuk menilai seberapa besar beban utang usaha dibanding modalnya, dan apakah ada aset yang bisa menjadi jaminan. Usaha yang utangnya sudah besar dibanding modalnya akan dinilai lebih berisiko, walaupun labanya bagus.

Banyak usaha kecil hanya punya catatan penjualan dan pengeluaran, tanpa neraca. Menyusun neraca untuk pertama kali butuh saldo awal yang benar untuk semua akun, jadi ini bukan sesuatu yang bisa dibuat dalam semalam sebelum pengajuan.

Laporan arus kas dan proyeksi

Sebagian bank meminta laporan arus kas, yaitu ringkasan dari mana uang masuk dan ke mana uang keluar. Laporan ini membantu bank melihat apakah usaha yang untung di atas kertas juga punya uang tunai untuk membayar cicilan tepat waktu.

Untuk pinjaman modal kerja atau investasi, bank juga sering meminta proyeksi. Isinya perkiraan pendapatan dan biaya untuk beberapa tahun ke depan, termasuk bagaimana pinjaman akan dipakai dan bagaimana ia akan dibayar kembali. Proyeksi yang masuk akal biasanya berangkat dari angka historis yang sudah ada. Proyeksi yang jauh melompat dari kinerja masa lalu akan dipertanyakan.

Dokumen pendukung

Selain laporan keuangan, bank biasanya meminta dokumen legal dan pajak, seperti NPWP usaha, NIB, akta pendirian untuk PT atau CV, dan SPT Tahunan. Untuk pinjaman yang besar, sebagian bank meminta laporan keuangan yang sudah diaudit akuntan publik. Batasnya berbeda di tiap bank, jadi tanyakan sejak awal.

Bank juga akan mencocokkan angka di SPT dengan laporan keuangan yang Anda serahkan. Kalau omzet di SPT jauh lebih kecil dari omzet di laporan untuk bank, itu menimbulkan pertanyaan yang sulit dijawab.

Kalau rencana pinjaman Anda masih satu atau dua tahun lagi, waktu itu cukup untuk memisahkan rekening usaha dan membuat laporan yang angkanya sejalan dengan SPT. Kalau baru dikerjakan seminggu sebelum ke bank, biasanya sudah tidak terkejar.

Anda urus usahanya, kami urus pembukuannya

Mulai dari Rp 2 juta per bulan, kontrak bulanan.

Chat via WhatsApp